(Mengenal Banten Lebih
Dekat)
Banten
merupakan salah satu provinsi di indonesia dan terletak di pulau jawa. Pada
awalnya banten merupakan salahsatu daerah bagian dari provinsi jawa barat,
setelah adanya pemekaran maka banten menjadi salah satu provinsi di indonesia. Kata Banten muncul jauh sebelum
berdirinya Kesultanan Banten. Kata ini digunakan untuk menamai sebuah sungai
dan daerah sekelilingnya yaitu Cibanten atau sungai Banten. Bahasa Banten
adalah salah satu dialek bahasa Sunda yang lebih dekat kepada bahasa Sunda
kuno, pada tingkatan bahasa Sunda modern dikelompokkan sebagai bahasa kasar.
Bahasa ini dilestarikan salah satunya melalui program berita Beja ti Lembur
dalam bahasa Banten yang disiarkan siaran televisi lokal di wilayah Banten. Sajarah
mencatat bahwa pada awalnya banten merupakan daerah kerajaan islam yaitu Kesultanan Banten. Berawal sekitar tahun 1526, ketika kerajaan demak memperluas
pengaruhnya ke kawasan pesisir barat pulau jawa dengan menaklukan
beberapa kawasan pelabuhan kemudian menjadikannya sebagai pangkalan militer
serta kawasan perdagangan. Pada saat itu kesultanan banten di pimpin oleh
Sultan Maulana
Hasanuddin , yang pada awalnya berperan dalam penaklukan banten. Setelah
penaklukan tersebut, Maulana Hasanuddin mendirikan benteng pertahanan yang
dinamakan surosowan yang
kemudian hari menjadi pusat pemerintahan, setelah Banten menjadi kesultanan
yang berdiri sendiri, Istana Surosowan sebagai simbol kekuasaan di Kota Intan
dihancurkan, dan pada masa-masa akhir pemerintanannya, sampai sekarang
bagian-bagian dari runtuhan benteng surosowan masih ada dan menjadi tempat
wisata pendidikan. Setelah kesultanan banten berakhir banyak
peninggalan-peninggalan sejarah di banten yang sekarang dijadikan sebagai
bangunan sejarah dan dijadikan sebagai tempat edukasi dan rekreasi. Seperti
benteng surosowan, menara banten, museum banten, dan mesjid agung banten.
Mesjid agung banten sangat terkenal bukan hanya di sekitar masyarakat banten
tetapi terkenal ke seluruh indonesia khususnya di pulau jawa, hal ini dapat
dilihat dari banyaknya masyarakat dari jawa datang ke banten untuk berziarah,
di banten sendiri terdapat beberapa penziarahan, seperti yang terkenal dan yang
banyak dikunjungi masyarakat sekitar banten bahkan masyarakat dari pulau jawa
yaitu penziarahan sultan maulana hasannudin yang berada di mesjid agung banten,
selain makam sultan Maulana Hasannudin
di banten masih ada banyak tempat penjiarahan, seperti putra dari sultan
Maulana Hasanuddin yaitu makam maulana yusuf yang berada di daerah kasunyatan
yang sering banyak di kunjungi oleh penziaraha dari pulau jawa dan luar pulau
jawa. Selain terkenal dengan banyaknya tempat penjiarahan banten juga terkenal
dengan kesenian dan sukunya yang unik, kesebian banten seperti debus, rampak
beduk, kesenian pencak silat dan masih banyak lainnya. Kesenian debus sangat
terkenal di indonesia, kesenian debus merupakan kesenian yang menggunakan
keterampilan spiritual. Kesenian debus menjadikan pelakunya menjadi kuat, kuat
dalam memakan benda tajam, tahan di bakar dengan api, berjalan diatas benda
tajam, bahkan tahan jika badan pelaku di letakan kendaraan atau benda tajam,
selain debus rampak beduk juga merupakan kesenian khas banten, dimana pada
klesenian ini berbeda dengan kesenian yang lain. Kesenian rampak bedug yaitu
kesenian dengan memainkan beduk secara serempak dan berkelompok. Selain debus,
rampak bedug. Banten juga terkenal dengan kesenian pencak silatnya, hal ini
ditandai dengan salah satu jurus yang berasal dari banten ya\itu bandrong,
terumbu. Pencak silat dimainkan bukan hanya oleh para santri yang ada di
pesantren, tetapi juga dimainkan oleh masyarakat luas di sekitar banten. Karena
kemampuan pencak silatnya dan kesenian debus, banten dikenal sebagai tanah para
jawara. Dan banyak orang yang takut ketika mendengar kata banten, karena mereka
membuat paradigma bahwa banten adalah provinsi yang kuat, tanah para jawara dan
bisa memakan sesuatu yang tidak umun dan tidak layak untuk dimakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar