Sebelum
mencoba untuk menjawab pertanyaan tersbut, kita harus mengenal garam dan emas. Mungkin
kalian sudah mengenal istilah garam dan emas. Garam ya pasti kalian sangat tahu
apa itu garam, pasti kalian akan menjawab, garam?? Ya garam adalah bumbu dapur
yang digunakan sebagai penyedap rasa, yang rasanya sangat asin. Tanpa garam
maka makanan akan menjadi hambar. Kemudian
emas, ya ketika kita menanyakan kata emas kepada sebagian orang khususnya
wanita maka akan menjawab, emas adalah benda yang sangat berharga yang di
gunakan untuk menambah rasa menarik pada bagian tubuh yang dilekatinya. Emas
sangat di inginkan oleh wanita karena harganya yang lumayan tinggi dan juga untuk
menunjukan jati dirinya. Ketika disodorkan sebuah pertanyaan mengenai pilihan
apa yang anda pilih garam atau emas? Maka kebanyakan akan memilih emas karena
mereka hanya terpaku pada nilai harga emas tersebut, dan menginginkan sesuatu
yang berharga dan dilihat orang banyak, dan mereka mungkin tak memilih garam
karena dilihat dari harganya, garam hanya bernilai kecil dan gunanya hanya
untuk menambah rasa saja. Tapi mereka tidak menyadari dengan pilihannya memilih
emas, mereka tak tahu apa emas akan menolongnya ketika terserang penyakit
gondok, atau bahkan karena kekurangan garam mereka akan mempunyai penyakit
gondok. Sedangkan ketika kekurangan emas tidak akan terjadi apa-apa pada
mereka. Seperti telah di sebutkan tadi, makanan tanpa garam akan terasa hambar.
Seperti dalam kehidupan ketika tidak mengkonsumsi garam maka akan terasa hambar
dan bahkan akan menimbulkan sebuah penyakit yaitu gondok.
Dan
dapat pula diambil hikmah dari pertanyaan garam dan emas ini, dimana sesuatu
yang terlihat kecil harganya belum tentu isinya pun kecil, bahkan didalamnya
terdapat sesuatu yang luar biasa yang dapat mempertahankan dan memenuhi
kebutuhan hidup, begitu pula sebaliknya sesuatu yang terlihat besar dan indah
didalamnya belum tentu bernilai besar pula. Dan selain itu kita ,jangan hanya
melihat seseorang dari luar atau bentuk saja tetapi kita juga harus mengetahui
hatinya juga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar