Minggu, 04 Januari 2015

Pendidikan Karakter sebagai Penunjang Kehidupan di Era Generasi Platinum.


Pendidikan Karakter sebagai Penunjang Kehidupan di Era Generasi Platinum.
Setiap periode waktu memunculkan generasi tersendiri yang dapat dikenali dari karakter mereka yang khas. Dewasa ini yang mulai banyak disoroti adalah munculnya anak-anak yang disebut sebagai “Generasi Platinum”. Bersiaplah untuk manyambut dan mempersiapkan mereka menjadi generasi yang siap menyongsong masa depan.
Pemberian istilah seperti “Generasi Platinum” adalah untuk membedakan dengan generasi-generasi terdahulu. Sebelumnya yang dikenal adalah Generasi X, dan Generasi Y. Platinum sendiri bermakna metal atau sebagai sesuatu yang sangat bernilai, bahkan melebihi dari emas.
Generasi yang lahir pada periode 1965 hingga 1980. Mereka disebut sebagai generasi X. Anak-anak generasi X sangat akrab dengan program musik di televisi, khususnya MTV, pada masa mereka juga muncul video game. Anak-anak pada generasi ini mamiliki karakter yang sinis, skeptis dan kurang optimis menatap masa depan. Namun generasi ini juga dikenal sebagai generasi yang sangat akrab dengan teknologi dan memiliki jiwa kewirausahaan
Generasi berikutnya adalah generasi Y, yaitu anak-anak yang lahir pada periode tahun 1981-1995. Generasi yang juga dikenal dengan “Generasi Millennium” ini tumbuh bersamaan dangan munculnya teknologi komunikasi canggih dan internet. Karakter khas mereka adalah cendrung menuntut, tidak sabar serta memiliki kemampuan komunikasi yang buruk. Meski terkenal cuek dan cendrung mengabaikan peraturan kantor saat bekerja, namun generasi Y ini dipuji karena semangat dan energi mereka yang luar biasa dalam bekerja. 
Kemudian Generasi Platinum. Dewasa ini kita masih terkagum-kagum dengan sepak terjang generasi millennium. Namun pelan-pelan ternyata sudah muncul generasi platinum. Mereka ini adalah anak-anak yang lahir pada awal abad ke-21 dimana masyarakt mulai terbuka dalam berbagai hal, mulai dari prilaku, pola pikir, hingga ketersediaan sarana pendidikan yang jauh lebih baik dibandingkan generasi-generasi yang sebelumnya. Intilah Platinum juga merujuk pada sesuatu yang sangat mewah dan terbaik. Wajar saja jika generasi sebelumnya baru sebatas memiliki kesempatan untuk mengakses dan menggunakan teknologi, bagi generasi platinum terbuka lebar kesempatan untuk menjelajah teknologi untuk mengembangkan diri, itu sebabnya generasi ini dicirikan oleh karakter yang lebih ekspresif dan ekploratif, selaras dengan perkembangan zaman.
Untuk menciptakan dan mendukung generasi bangsa indonesia dalam menghadapi era generasi platinum maka di ciptakan suatu kurikulum yang dapat mengembangkan potensi siswa dan berbasis pada karakter yaitu Kurikulum 2013. Pendidikan Karakter  sendiri merupakan bentuk kegiatan manusia yang di dalamnya terdapat suatu tindakan yang mendidik diperuntukkan bagi generasi selanjutnya. Tujuan pendidikan karakter adalah untuk membentuk penyempurnaan diri individu secara terus-menerus dan melatih kemampuan diri demi menuju kearah hidup yang lebih baik.
Pendidikan karakter merupakan aspek yang penting bagi generasi penerus. Seorang individu tidak cukup hanya diberi bekal pembelajaran dalam hal intelektual belaka tetapi juga harus diberi hal dalam segi moral dan spiritualnya, seharusnya pendidikan karakter harus diberi seiring dengan perkembangan intelektualnya yang dalam hal ini harus dimulai sejak dini khususnya dilembagai pendidikan. Pendidikan karakter di sekolah dapat dimulai dengan memberikan contoh yang dapat dijadikan teladan bagi murid dengan diiringi pemberian pembelajaran seperti keagamaan dan kewarganegaraan sehingga dapat membentuk individu yang berjiwa sosial, berpikir kritis, memiliki dan mengembangkan cita-cita luhur, mencintai dan menghormati orang lain, serta adil dalam segala hal.
Pendidikan karakter pun dapat dijadikan sebagai strategi untuk mengatasi pengalaman yang selalu berubah sehingga mampu membentuk identitas yang kokoh dari setiap individu dalam hal ini dapat dilihat bahwa tujuan pendidikan karakter ialah untuk membentuk sikap yang dapat membawa kita kearah kemajuan tanpa harus bertentangan dengan norma yang berlaku. Pendidikan karakter dijadikan sebagai wahana sosialisasi karakter yang patut dimiliki setiap individu agar menjadikan mereka sebagai individu yang bermanfaat seluas-luasnya bagi lingkungan sekitar.
Pada kurikulum yang telah ditetapkan pemerintah yaitu kurikulum 2013, sebenarnya konsep dari kurikulum 2013 yang berbasis karakter sangat hebat, yaitu menjadikan speserta dididk memiliki intelektual yang tinggi dan mempunyai sikap yang baik dan mulia mempunyai jiwa sosialis. Pembentukan karakter memang sangatlah diperlukan saat ini karena di indonesia sendiri mulai terjadi pergeseran moral, sebagai contohnya : banyak tawuran antar pelajar, maraknya kasus ponografi, perkelahian antar mahasiswa, bahkan demonstrasi yang berakhir dengan anarkis. Dengan penggunaan kurikulum yang berbasis karakter diharapkan pergeseran moral berangsur-angsur membaik selain itu pendidikan berbasis karakter sangat di perlukan di era generasi yang serba canggih saat ini, dimana teknologi dan komunikasi yang berkembang pesat, bahkan manusia mampu untuk menciptakan teknologi baru. Anak-anak dengan hebatnya mengakses dan menggunakan canggihnya teknologi dan komunikasi, serta mudahnya individu mengakses informasi pada generasi sekarang di sebut generasi platinum.
Untuk mengantisipasi era generasi platinum pendidikan berbasis karakter sangat di butuhkan agar setiap peserta didik selain mempunyai kecerdasan yang dapat bersaing dengan bangsa lain juga menciptakan karakter atau sikap yang baik pada peserta didik, dengan sikap yang baik peserta didik dapat bersaing dan mengakses serta memahami informasi dengan baik. Serta memiliki kekuatan Iman, akhlak yang mulia, dan mengenal siapa Tuhannya adalah kunci utama untuk menciptakan peradaban dunia baru yang lebih baik dari sebelumnya.

sumber : wikipedia.org/wiki/Pendidikan_karakter

Tidak ada komentar:

Posting Komentar