Kehidupan, arti “Kehidupan”
adalah hal yang sulit, karena hidup adalah sebuah proses, bukan substansi
murni. Definisi apapun harus cukup luas untuk mencakup masalah kehidupan yang
dikenal, dan definisi tersebut harus cukup umum. Kehidupan adalah kesempatan
untuk kita mencurahkan potensi diri kita untuk orang lain. Kehidupan adalah
kesempatan untuk kita berbagi suka dan duka dengan orang yang kita sayangi.
Dalem kehidupan banyak sekali kejadian-kejadian yang kita alami baik yang
terguda ataupun tidak terduga.
Ketika kita mengalami suatu kejadian yang tak
umum kita rasakan, apa itu bisa desebut suatu ‘ Kebetulan’?
Sebelum kita mulai
jawab pertanyaan tersebut seharusnya kita tahu apa definisi kebetulan. Menurut
asal kata kebetulan berarti tidak
dengan sengaja terjadi atau keadaan yg terjadi secara tidak terduga. Dari kata
tersebut sudah dapat di pastikan bahwa dalam kehidupan tidak ada kata kebetulan
karena kehidupan merupakan suatu proses yang harus dilalui manusia untuk mencapai
tujuan hidupnya.
Seperti pemahaman yang menyatakan tak ada
kebetulan dalam kehidupan berasal yang dari pengetahuan spiritual India kuno
dimana mereka percaya bahwa apapun yang terjadi dalam kehidupan mereka selalu
ada hitungannya. Mereka menyebutnya karma dari hukum sebab akibat di masa
lampau. Kebudayaan mereka sangat percaya pada ajaran reinkarnasi, bahwa mereka
pernah hidup di kehidupan lampau berkali-kali dan kini terlahir lagi untuk
melanjutkan proses karma mereka.
Dalam film-film India, selalu ada adegan dimana
seorang ibu dari keluarga bermasalah pasti mengatakan ’salah apa aku ini di
kehidupan yang lalu.’ Mereka meyakini apapun masalah yang timbul saat ini,
sesungguhnya adalah bawaan masalah dari masa lalu kehidupan mereka yang belum
terselesaikan. Walau mereka tidak tahu apa salah mereka, namun keyakinan bahwa
pasti ada sebab dari masa lalu sudah menjadi bagian dari iman kehidupan
sehari-hari mereka.
Dalam hitungan hukum kehidupan, hukum sebab
akibat, bila ditelaah lebih dalam, seseorang tidak mungkin mengalami suatu
kebetulan, karena kebetulan itu adalah bahasa ketika seseorang tak mampu
melihat suatu rantai aksi-reaksi dari suatu kejadian di kehidupannya yang lalu.
Kebetulan ada suatu ungkapan bahwa seseorang belum mengenal atau belum percaya
adanya reinkarnasi, suatu ajaran tentang kelahiran dan kematian berulang kali
seseorang dengan pakaian badan yang berbeda-beda, sesuai karma pahalanya.
Apapun yang terjadi pada seseorang dalam
kehidupan saat ini, jelas adalah akibat dari sebab yang pernah dibuatnya di
kehidupan lampau. Hal ini juga dikenal sebagai tuaian dari tanaman yang pernah
dilakukannya di masa lalu. Jika menanam kebaikan, ia akan menuai kebaikan. Jika
menanam kejahatan, ia menuai kejahatan. Jika menanam kebencian, ia akan menuai kebencian
dari orang lain juga. Semua jelas ada hitungan pastinya. Sekecil apapun
kejadiannya, tentu saja bukan kebetulan datang dalam kehidupan seseorang di
masa sekarang.
Kejadian-kejadian yang terjadi pada diri kita,
keluarga kita, masyarakat kita negara kita, dunia kita, bukanlah berasal dari
satu masa kehidupan ini saja. Ada akar kejadian yang merupakan rantai sebab
dari keputusan kita yang pernah kita pilih dalam berjuta-juta kelahiran kita
sebagai manusia. Budaya India mengenal jaman ini terbagi dalam 4 masa yaitu
emas, perak, tembaga, perunggu atau besi. Jaman-jaman itu mewakili simbolisasi
dari pemahaman kehidupan manusia di jamannya masing-masing tentang kesejatian
dan keabadian jiwa.
Pengetahuan ilmiah menyamakan masa 4 jaman itu
dengan peradaban manusia. Jaman emas mewakili sebuah peradaban dimana emas
adalah alat paling dominan yang sangat bernilai di masa itu. Jaman perak,
tembaga, perunggu atau besi juga demikian. Jaman kita sekarang memasuki jaman
perunggu atau besi, dimana jaman ini, perunggu atau besi adalah alat
paling dominan yang digunakan oleh dunia saat kita ini. Semua ini menandakan
tidak ada yang kebetulan dalam kehidupan manusia, semua ada hitungan, dan itu
berhubungan dengan hukum kehidupan, hukum sebab akibat, hukum aksi reaksi, pengetahuan
reinkarnasi dan karma yang selalu berjalan tak terlihat dalam keabadian di
balik kenyataan sementara.
''Sungguh
tidak pernah ada kata kebetulan dalam kamus Iman, setiap orang yang datang di
kehidupan ini telah ada dalam perencanaan dan
pengetahuan Allah SWT yang sempurna. Keseluruhan hidup ini adalah
rangkaian peristiwa-peristiwa yang saling berkaitan, maka tegaklah. Tetaplah
berdiri seperti pilar-pilar yang tetap kokoh meski istana harapan seperti
runtuh, ingatlah bahwa cinta dan kebencian itu adalah tenaga spektakuler yang
bisa kita arahkan..!''.
jadi
sudah selayaknya kita syukuri atas nikmat Allah swt, yang masih memberikan kita
hari ini untuk memberi kita kesempatan memperbaiki diri. Masa lalu adalah
sejarah, tidak perlu lagi kita mengungkit masa lalu, seburuk atau sebaik apapun
masa lalu, tetaplah masa lalu yang tidak akan pernah berubah. Tidak ada gunanya
mempermasalahkan waktu yg telah lewat. Lebih baik kita memperbaiki hari ini,
karena masa depan adalah sebuah misteri yang sangat bergantung bagaimana kita
menghadapi hari ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar