Menurut ramalan Jayabaya
(1135-1157), Indonesia hanya akan mencapai kemakmuran jika dipimpin oleh
presiden yang mempunyai nama sesuai dengan urutan “Notonogoro” yang dipisahlan
menjadi No-To-No-Go-Ro.
Diawali oleh “No”, yaitu Soekarno, dan
dilanjutkan oleh “To” yang diwakili oleh Soeharto. Namun setelah Soeharto,
belum ada lagi nama Presiden RI yang masuk dalam ramalan ini, mulai dari BJ
Habibie, Megawati Soekarnoputri, hingga Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Baru
setelah itu ada lagi nama “No” yang kedua, yaitu Susilo Bambang Yudhoyono.
Tak sekedar ramalan tentang notonagoro yang
disebut-sebut sebagai urutan kepemimpinan nasional. Kelebihan Ramalan Jayabaya
adalah kemampuan menyusun periodisasi peradaban manusia hingga kurun abad
ke-21. Di dalamnya termaktub ramalan perilaku masyarakat hingga pemerintahan
yang korup.
Serat Pustaka Raja di Keraton Solo adalah salah
satu turunan Jongko Joyoboyo yang ditulis Pujangga Keraton Surakarta, Raden
Ngabehi Ronggowarsito. Detil dalam tembang dandang gulo misalnya, dipercaya
merujuk kepada kepemimpinan nusantara dari waktu ke waktu.
Salah satu ramalan Ronggowarsito yang terkenal
yang sering digunakan sebagai bahan diskusi berbagai komunitas
sejarah dan budaya adalah kedatangan SATRIO PININGIT yang akan
memimpin Indonesia. Menurutnya, ada tujuh satrio sebagai tokoh yang memerintah
wilayah seluas wilayah eks kerajaan Majapahit ini. Tujuh tokoh tersebut adalah
Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro, Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar, Satrio
Jinumput Sumelo Atur, Satrio Lelono Topo Ngrame, Satrio Piningit Hamong Tuwuh,
Satrio Boyong Pambukaning Gapuro, dan Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu.
Berdasarkan ramalan Ronggowarsito ada
periode sebagai tanda munculnya pemimpin yaitu :
1. SATRIO
KINUNJORO MURWO KUNCORO. Pemimpin yang akrab dengan penjara (Kinunjoro), yang
akan membebaskan bangsa ini dari belenggu tradisi penjara, kemudian menjadi
tokoh pemimpin yang sangat tersohor di seluruh jagad (Murwo Kuncoro). Tokoh
ditafsirkan sebagai Soekarno, Proklamator dan Presiden Pertama RI. Berkuasa
tahun 1945-1967.
2. SATRIO
MUKTI WIBOWO KESANDUNG KESAMPAR. Tokoh pemimpin berharta dunia (Mukti),
berwibawa dan ditakuti (Wibowo), namun dirinya dilekatan dengan segala
kesalahan dan bernasib buruk (Kesandung Kesampar). Ditafsirkan sebagai
Soeharto, Presiden Kedua RI dan pemimpin Rezim Orba yang sangat ditakuti.
Berkuasa tahun 1967-1998.
3. SATRIO
JINUMPUT SUMELA ATUR. Tokoh pemimpin yang diangkat (Jinumput) tetapi hanya
dalam masa transisi atau sekedar menyelingi (Sumela Atur). Ditafsirkan BJ
Habibie Presiden Ketiga RI. Berkuasa tahun 1998-1999.
4. SATRIO
LELONO TAPA NGRAME. Tokoh pemimpin yang suka mengembara/ keliling dunia
(Lelono) juga mempunyai jiwa rohaniawan dan kontroversial (Tapa Ngrame).
Ditafsirkan KH. Abdurrahman Wahid alias Gus Dus, Presiden Keempat RI. Berkuasa
tahun 1999-2000.
5. SATRIO
PININGIT HAMONG TUWUH. Tokoh pemimpin yang muncul membawa kharisma keturunan
dari moyangnya (Hamong Tuwuh). Ditafsirkan Megawati Soekarnoputri, Presiden
Kelima RI. Berkuasa tahun 2000-2004.
6. SATRIO
BOYONG PAMBUKANING GAPURO. Tokoh pemimpin yang berpindah tempat (boyong) dari
menteri menjadi presiden dan akan menjadi peletak dasar sebagai pembuka gerbang
menuju puncak zaman keemasan (Pambukaning Gapuro). Ditafsir SBY. Ia akan
selamat memimpin bangsa dengan baik jika mau tobat dan mampu mensinergikan
dengan kekuatan Sang Pemimpin.
7. SATRIO
PINANDITO SINISIHAN WAHYU. dinilai tokoh pemimpin sangat relijius yang
digambarkan resi begawan (Pinandito/ ulama) yang rendah hati, memimpin atas
dasar bimbingan syariat Allah SWT (Sinisihan Wahyu).
Dari urutan “Notonogoro” yang dipisahlan menjadi
No-To-No-Go-Ro. Nama Habibie, Megawati, dan Gus Dur tidak masuk dalam istilah
Notonogoro. Karena itu ketiganya tidak ada yang memimpin hingga lengkap lima
tahun. Dengan mengacu pada uraian “Notonogoro” ini, maka jika Jokowi terpilih
sebagai Presiden RI pada Pilpres 2014 ini, dia diprediksi tidak akan
menyelesaikan masa 5 tahun kepemimpinannya.
Tapi kita lihat saja, dengan animo masyarakat yang
memberi perhatian lebih kepada jokowi dan banyak masyarakat indonesia yang
menganggap bahwa presiden jokowilah yang cocok memimpin indonesia karena mereka
beranggapan jokowi lahir dari rakyat dan memihak pada rakyat serta Jokowi telah mempunyai satu tempat dihati rakyat.
apakah jokowi akan bertahan hingga 5 tahun, atau sesuai dengan prediksi jaya
baya dimana Indonesia hanya akan mencapai kemakmuran jika dipimpin oleh
presiden yang mempunyai nama sesuai dengan urutan “Notonogoro”.
informasi tentang itu ada di blog ratu adil
BalasHapussatriapinandhitasinisihanwahyu.blogspot.co.id